Minggu, 11/07/2010 15:46 WIB
Berdalih Pinjam Pompa, Pelajar SMU Gerayangi Tetangga
Malang - Remaja satu ini tergolong nekat. Berpura-pura meminjam pompa angin, DA (16) menggerayangi tubuh sebut saja Melati (16) warga Jalan Raya Gedog Wetan, Kecamatan Turen Kabupaten Malang.
Akibatnya pelaku yang baru naik kelas 3 SMU ini mendekm di Mapolres Malang, karena tuduhan perbuatan cabul dan penganiayaan. Perbuatan pelaku bermula dari niatnya berpura-pura meminjam pompa angin milik korban, Jumat (9/7/2010).
Beberapa menit kemudian, DA kembali mendatangi rumah Melati untuk memulangkan
pompa angin tersebut. Saat itulah niat jahat DA terkuak. Seraya memberikan pompa angin, DA menarik tangan korban dan mencoba mencium bibir korban yang berstatus pelajar SMU.
Kontan saja ulah DA mendapat perlawanan dari korban. Namun hal itu tak membuat
pelaku berhenti. DA malah membalas dengan memukul bagian wajah korban hingga
berdarah. Meskipun gadis desa itu berusaha berontak melepaskan diri, namun DA terus berupaya menggerayangi bagian dada korban.
Penolakan dan perlawanan korban tak membuat DA takut. Lagi-lagi DA membalas dengan memukulkan pompa angin ke arah kepala korban sebanyak 2 kali. Melihat Melati terkulai lemas akibat pukulan pompa angin, DA kemudian kabur berusaha menghilangkan jejak.
DA pun berhasil dibekuk setelah korban menceritakan kasus ini ke orangtuanya dan melaporkan ke polisi. Petugas pun bertindak cepat dengan membekuk pelaku di rumahnya.
"Setelah dapat laporan, kami langsung lakukan penyelidikan dan membekuk pelaku di rumahnya kemarin malam," kata Kapolsek Turen AKP Amung Sri Wulandari saat dihubungi, Minggu (11/7/2010).
Mantan Kapolsek Wonosari, Kabupaten Malang ini menambahkan, untuk pengembangan penyidikan, pihaknya melimpahkan penanganan kasus ini ke Unit PPA Polres Malang, mengingat pelaku masih di bawah umur dan telah melanggar UU Perlindungan Anak. "Kasus hari ini kami limpahkan ke UPPA Polres Malang," ungkapnya. (fat/fat)
Minggu, 11 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar